Menu
  • Layanan Kami
  • Donasi Bencana
  • EFAST
  • Galeri
  • Tentang
  • Edukasi

Heat Exhaustion dan Heat Stroke, apa Bedanya?

18 Mei 2021
3 menit

“Panas, Panas, Panas, Panas, Badan ini” -GIGI

Pernahkah kamu berolahraga dan tiba – tiba merasakan tubuh panas, lemah, dan kepala pusing? Mungkin saja kamu sedang mengalami Heat Exhaustion! Penasaran apa itu heat exhaustion? Yuk simak artikel dibawah ini!

Apa itu heat stroke dan heat exhaustion?

Heat exhaustion atau kelelahan panas merupakan peristiwa yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menjaga suhu tubuh dalam kondisi lingkungan yang panas. Ketika seseorang mengalami heat exhaustion, orang tersebut mengeluarkan keringat secara berlebih tanpa memiliki cairan dan kadar garam tubuh yang memadai.

Apabila tidak ditangani dengan segera, kondisi koran tersebut dapat menjadi lebih parah, sehingga mengalami heat stroke. Menurut Bouchama, heat stroke adalah kondisi dimana terjadi peningkatan suhu tubuh hingga mencapai 40oC atau lebih. Heat stroke maupun heat exhaustion dapat disebabkan oleh paparan terhadap suhu lingkungan yang tinggi, atau ketika melakukan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan suhu tubuh secara signifikan.

Heat stroke dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu exertional heat stroke dan nonexertional heat stroke. Peristiwa exertional heat stroke kerap terjadi pada atlet yang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi pada suhu ruangan ataupun lingkungan dengan suhu lebih tinggi dari normal, sehingga tubuh menghasilkan panas yang berlebih.

Dimanakah letak perbedaan heat stroke dan heat exhaustion?

Perbedaan heat exhaustion maupun heat stroke terletak pada gejala yang dialami oleh korban, dimana pada heat stroke, korban juga mengalami gejala neurologis seperti iritabiltas, delusional, halusinasi, kejang, serta menunjukkan perilaku irasional. Sedangkan, gejala yang dialami pada heat exhaustion yaitu lelah dan lemas, pusing, takikardia atau detakan jantung yang cepat, banyak berkeringat, serta nyeri kepala dan pingsan. Heat exhaustion maupun heat stroke adalah salah satu jenis kegawadaruratan medis akut karena terjadi secara tiba – tiba, sehingga penanganan emergensi sangat dibutuhkan.

Bagaimana menghadapi heat stroke dan heat exhaustion?

Penanganan heat exhaustion dan heat stroke memiliki pendekatan yang berbeda, jika menemui seseorang yang mengalami heat exhaustion, segera baringkan tubuh korban ke tempat yang lebh sejuk. Lalu, untuk menurunkan suhu tubuh korban, anda dapat menggunakan kipas dan mengarahkannya ke tubuh korban serta mengompres tubuh korban dengan handuk basah. Jika korban sadar, berikanlah korban air minum untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Gunakan tas, bantal, dan objek lainnya untuk menempatkan kaki korban lebih tinggi dari jantung untuk melancarkan peredaran darah kembali ke jantung.

Jika anda menemui korban yang diduga mengalami heat stroke, segera panggil bantuan dan rujuk ke rumah sakit. Sambil menungu bantuan datang, anda sebaiknya terus mengamati kondisi ABC (Airway, Breathing, dan Circulation), dimana anda harus memastikan bahwa tidak ada sumbatan pada jalan napas korban dna pernapasan korban lancar, serta denyut nadi masih teraba.  

Bagaimana cara menghindari heat stroke maupun heat exhaustion?

Heat exhaustion dan heat stroke dapat dicegah dengan meminum air yang cukup, khususnya ketika melakukan aktivitas fisik di luar rumah agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Heat exhaustion maupun heat stroke penting juga untuk menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dengan baik dar panasnya sinar matahari ketika beraktivitas fisik di luar rumah. Selain itu, durasi dalam beraktivitas pada lingkungan yang panas juga harus diperhatikan. Setelah melakukan akivitas fisik dengan intensitas sedang sampai berat, sangat penting untuk juga mandi menggunakan air yang sejuk untuk menurunkan suhu tubuh dengan cepat.

Referensi

  1. Hifumi T, Kondo Y, Shimizu K, Miyake Y. Heat stroke. J Intensive Care. 2018 May 22;6:30.
  2. Franciscan Health. Heat exhaustion or heat stroke? [Internet]. Indiana: Franciscan St. Francis Health; 2020. Available from: https://www.franciscanhealth.org/news-and-events/news/heat-exhaustion- or-heat-stroke-infographic
  3. Rahayu CO. Pemahaman mahasiswa kedokteran UNS 2018 terhadap penanganan heat stroke. Surakarta: Universitas Sebelas Maret; 2018.
  4. Mayo Clinic. Heatstroke [Internet]. Rochester: Mayo Clinic; 2017 Aug 15 [cited 2020 Jul 29]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases- conditions/heat-stroke/diagnosis-treatment/drc-20353587
  5. Leiva DF, Church B. Heat illness. Treasure Island: StatPearls Publishing; 2020 Jan 16.
  6. Iso S, Tobing A. Prinsip umum penatalaksanaan cedera olahraga heat stroke. Jurnal Olahraga Prestasi. 2016 Jul;12(2):9-71.
  7. Morris A, Patel G. Heat stroke. Treasure Island: StatPearls Publising; 2020 Jun 26.
  8. Ashar TD, Saftarina F, Wahyudo R. Penyakit akibat panas. Lampung: Fakultas Kedokteran Universitas Lampung; 2017.