Menu
  • Layanan Kami
  • Donasi Bencana
  • EFAST
  • Galeri
  • Tentang
  • Edukasi

Henti Jantung

12 April 2021
2 menit

Basic life support (BLS) didefinisikan sebagai berbagai prosedur darurat noninvasif yang dilakukan untuk membantu kelangsungan hidup pasien, termasuk resusitasi kardiopulmoner, kontrol perdarahan, stabilisasi fraktur, imobilisasi tulang belakang, dan pertolongan pertama dasar. Beberapa prosedur ini bisa menyelamatkan jiwa dan seringkali penting untuk diimplementasikan lebih awal. Khususnya dalam kasus resusitasi kardiopulmoner (CPR) dan defibrilasi dengan defibrillator eksternal otomatis (AED), prosedur BLS dapat memiliki dampak yang signifikan pada kelangsungan hidup, dan biasanya disampaikan oleh responden awal (kadang-kadang disebut sebagai responden pertama) hingga lebih maju dan perawatan medis definitif dapat diimplementasikan. BLS biasanya disediakan oleh responden pertama atau teknisi-darurat medis (EMT).

SEMLIDUT, Serangan Jantung Mendadak Jangan Takut

Bantuan Hidup Dasar (BHD)

→Bantuan pertama yang diberikan saat henti napas dan henti jantung.

  • Tujuan → Jaga aliran darah ke otak. Sebelum pertolongan medis lanjutan.
  • Kriteria → Mati klinis: x denyut nadi dan napas (0-4 menit)
  • Mati biologis: mulainya kematian sel (8-10 menit)
  • Algoritma BHD → penanganan luar RS tidak sama dengan dalam RS

Langkah-langkah BHD

3A

  1. Amankan Diri: memakai handscoon, plastik (darurat)
  2. Amankan Lokasi: meminta orang sekitar untuk mundur
  3. Amankan Korban: bawa ke tempat yang aman

Perkenalkan diri

“Selamat siang, perkenalkan saya Adrian mahasiswa FKUI dan saya memiliki   kompetensi untuk menolo orang ini. Apakah diizinkan? *crowd, diizinkan*

Cek AVPU

  1. Alert
  2. Voice (memanggil atau mencoba membangunkan korban dengan suara)
  3. Pain (digerus pada bagian supra orbital/sternum)
  4. Unresponsive

Aktivasi SPGDT (119/118),

Dimulai dengan perkenalkan diri, kemudian sebutkan lokasi kejadian dan waktu insiden kejadian, berapa jumlah korban yang ada di lokasi, memberitahu jenis bantuan yang akan selanjutnya diberikan, berapa lama sampai ke lokasi, jangan lupa untuk meminta AED, dan yang terakhir untuk memberikan nomor telepon kita, yang bisa mereka hubungi.

Cek CAB (bisa dilakukan simultan)

  1. Circulation: Periksa nadi karotis / nadi leher
  2. Airway: Head Tilt-Chin lift-Open mouth / Jaw thrust (cedera cervical) kalo ada sumbatan bisa diambil pakai tangan (finger swap) apabila padat dan bisa pakai kain bersih untuk apabila bentuk cairan
  3. Breathing: Look, Feel, listen (kalo misalkan circulation ada tapi ga ada pernapasan bisa dibantu rescue breathing tiap 5-6 detik sekali)
  • Look: melihat ke arah dada
  • Feel: Merasakan hembusan napas dengan pipi
  • Listen: mendengarkan suara napas

RJP → kalau tidak ada sirkulasi

  1. Kompresi: bantuan napas = 30:2
  2. Sebanyak 5 siklus = 2 menit
  3. Teknik kompresi
  4. Push hard (5-6cm)
  5. Push fast (100-120x/menit) *tempo lagu Staying alive*
  6. Full recoil (dada mengembang sempurna)
  7. Minimum interuption (tanpa henti)
  8. Berikan bantuan nafas (lihat dada pasien mengembang apa ngga) dan jangan lupa tutup hidungnya
  9. Pemakaian AED (kalo udah ada AED tetep lakukan)
  10. Cara menggunakan AED -> minta bantuan orang lain

Evaluasi

  1. Cek respon tiap selesai 5 siklus
  2. Periksa CAB ulang:
  3. Circulation: jika nadi balik (spontaneous circulation) maka selesai. Jika belum maka lanjut RJP
  4. Breathing: kalo gaada → rescue breathing (5-6 dtk sekali), dengan napas tidal, lakukan head tilt shin lift, tutup hidung jangan lupa
  5. Indikasi berhenti
  6. Return of spontaneous circulation (RCOS)
  7. Terdapat tulisan “Do not resuscitate
  8. Penolong kelelahan
  9. Lebam mayat / Kaku
  10. Ada penolong yang lebih advanced/teman lain

Recovery Position

Referensi

  1. Bintartho A. Bantuan hidup dasar. Lecture given on 2019 March 30; Rumpun Ilmu Kesehatan. Depok