Menu
  • Layanan Kami
  • Donasi Bencana
  • EFAST
  • Galeri
  • Tentang
  • Edukasi

Kedinginan saat Mendaki Gunung? Hati-hati, rawan hipotermia!

1 Oktober 2021
3 menit

Kita mungkin sering mendengar tentang hipotermia, apalagi bagi kalian yang sering mendaki gunung (mountaineering). Tapi tahukah kamu, kalau ternyata hipotermia juga bukan hanya terjadi ketika seseorang mendaki loh! Ada beberapa situasi lain yang bisa menyebabkan terjadinya hipotermia. Jadi, bagi kalian yang mungkin bukan pendaki gunung, informasi ini juga penting. Oleh karena itu, simak informasi dibawah!

Pertama-tama, kita harus tahu dulu, apa sih hipotermia itu? Hipotermia merupakan kondisi di mana kemampuan tubuh untuk menghasilkan panas kalah cepat dengan terbuangnya panas tubuh. Hal ini mengakibatkan tubuh memiliki suhu yang sangat rendah. Normalnya, tubuh manusia berada di suhu 37℃, dan hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun hingga dibawah 35℃.1 Jadi, dari sini kita tahu, bahwa yang menyebabkan seorang pendaki gunung bisa mengalami hipotermia bukanlah karena mendaki gunungnya, melainkan suhu lingkungan saat mendaki yang sangat dingin. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa situasi-situasi lain yang dapat menyebabkan hipotermia bukan hanya mendaki. Contoh lain yang mungkin dapat menyebabkan hipotermia adalah banjir, berendam di air yang dingin, ataupun situasi lain yang menyebabkan tubuh kita mendapatkan paparan suhu dingin.

Hipotermia ini merupakan kondisi yang sangat fatal dan berbahaya jika tidak segera ditangani. Sebelum menangani hipotermia, tentu kita harus terlebih dahulu mengenali tanda-tanda seseorang yang mengalami kondisi ini. Berikut adalah tanda-tanda dan gejala yang dapat kalian perhatikan dari hipotermia:

  • Menggigil
  • Mati rasa
  • Kulit pucat dan dingin
  • Gangguan bicara (meracau)
  • Kesadaran menurun
  • Kebingungan
  • Pernafasan menjadi lambat
  • Denyut nadi melemah.1,2

Orang yang mengalami kondisi ini biasanya tidak sadar bahwa dia sedang mengalaminya karena gejala ini tidak muncul sekaligus. Selain itu, salah satu gejala hipotermia adalah kebingungan dan gejala ini dapat menyebabkan seseorang dapat melakukan hal-hal yang ceroboh dan berbahaya. Oleh karenanya, jika kamu berada di tempat yang dingin, pastikan kamu memiliki orang lain di sekitarmu. Jangan pergi ke tempat dingin sendirian!

Jika kamu memang harus pergi ke tempat dengan paparan suhu dingin, pastikan kamu mempersiapkan diri dan menyiapkan pencegahan untuk hipotermia. Apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah dampak buruk dari hipotermia?

Jaga tubuh agar tetap hangat di cuaca yang dingin

Pastikan tubuhmu tertutup dan terlindungi dengan baik oleh pakaian yang hangat. Gunakan topi dan syal jika perlu untuk mencegah panas keluar dari tubuh bagian atas. Jangan lupa gunakan sarung tangan!

Pastikan orang-orang tahu lokasimu

Hal ini sangat penting untuk dipastikan karena dengan demikian, jika suatu hal yang buruk terjadi, orang-orang akan tahu di mana posisimu. Pastikan juga untuk memberitahu kira-kira berapa lama kamu akan pergi

Sebisa mungkin untuk tidak berlama-lama di dalam air yang dingin

Air biasa pun bisa menyebabkan hipotermia jika air itu memiliki suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh. Hal ini dapat terjadi karena kalor dapat berpindah dari satu benda yang panas ke benda yang lebih dingin. Dengan demikian, tubuh dapat mengalami kehilangan suhu. Jika ternyata berada di air dingin karena terjatuh, pastikan untuk menepi atau keluar dari air tersebut. Jangan menepi jika kamu berada jauh dari tepian untuk menghemat energi dan panas tubuh. Jangan lepaskan pakaian ketika berada di dalam air karena pakaian tersebut dapat melindungimu dari paparan air secara langsung. Lepaskan pakaian hanya ketika kamu sudah berada di daratan.1

Jika kamu ternyata melihat orang dengan tanda-tanda dan gejala hipotermia, apa yang harus dilakukan?

  1. Pindahkan orang tersebut ke tempat yang hangat dan kering
  2. Keringkan seluruh pakaiannya secepat mungkin. Bila perlu, beri pakaian ganti
  3. Lindungi korban dari paparan suhu dingin seperti angin dan cegah korban dari kehilangan lebih banyak panas
  4. Hangatkan korban dengan menyelimuti dan menambahkan pakaian hangat pada korban. Para penolong juga dapat memeluk korban untuk mentransfer panas tubuh dari penolong ke korban.
  5. Jika korban mampu untuk minum, beri minuman hangat. Jangan berikan kafein atau alkohol
  6. Jangan menggosok dengan cepat atau memijat bagian ekstremitas terutama pada hipotermia berat, aktivitas otot seperti ini dapat menghentikan kerja jantung
  7. Lakukan RJP jika terdapat indikasi tidak ada napas dan denyut nadi.
  8. Jika hipotermia korban sudah parah, segera rujuk ke tenaga medis yang lebih ahli (sambil tetap menjaga korban agar tidak kehilangan lebih banyak suhu).2

Referensi

  1. Mayo Clinic. Hypothermia - Symptoms and causes [Internet]. USA: Mayo Clinic; 2020 Apr 18 [cited 2021 Aug 20]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseasesconditions/hypothermia/symptoms-causes/syc-20352682
  2. Mellyani K, Ramadhan F, Adani N, Ega DD, Winoto FN, Dananjaya AS, et al. Buku Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan PTBMMKI. 7th ed. Indonesia: PTBMMKI; 2020. BPOM.