Menu
  • Layanan Kami
  • Donasi Bencana
  • EFAST
  • Galeri
  • Tentang
  • Edukasi

Luka Bakar? Jangan Asal Oles-Oles!

13 Mei 2021
4 menit

Luka bakar diolesin odol aja bunda…
Langsung kasih es supaya dingin lukanya…
Lentingnya harus dipecahin dong biar kempes…

Semua ini sudah jadi pengetahuan umum tentang luka bakar bukan?

Eits hati-hati, jangan ikuti saran-saran hoaks alias ngaco itu ya!

Hampir semua orang pernah mengalami luka bakar, mulai dari terciprat minyak, memegang panci panas, atau sekadar terbakar matahari karena terlalu lama berjemur. Hal ini sering dianggap ringan atau diobati dengan cara-cara yang justru memperparah keadaan korban. Oleh karena itu, kita harus memahami tentang luka bakar terlebih dahulu untuk mengetahui cara penanganannya yang tepat.

Apa itu luka bakar?

Luka bakar adalah kerusakan kulit, umumnya karena terkena panas berlebih seperti api atau air panas. Namun, sebenarnya luka bakar juga dapat disebabkan oleh listrik, bahan kimia, radiasi, atau justru trauma dingin seperti frostbite. Jika kasus luka bakar cukup parah, maka jaringan di bawah kulit juga dapat rusak. Luka bakar dibagi menjadi tiga derajat yaitu derajat 1, 2, dan 3. Ini penting untuk diketahui agar kita dapat membedakannya dan memilih penanganan yang sesuai.

Klasifikasi luka bakar
  • Luka bakar derajat 1 hanya merusak permukaan paling atas kulit, atau disebut juga epidermis. Akan terlihat warna merah dan belum ada lenting. Biasanya luak seperti ini terjadi ketika terbakar matahari atau terciprat air panas contohnya saat makan sup panas. Luka bakar derajat 1 dapat sembuh sendiri dan tidak perlu dibawa ke rumah sakit.
  • Luka bakar derajat 2 lebih parah dibandingkan derajat 1 karena kerusakan kulit sudah mencapai sebagian lapisan yang lebih dalam yaitu dermis. Sebenarnya, luka bakar dapat terbagi lagi menjadi derajat 2A dan 2B. Luka bakar derajat 2A merusak sebagian dari dermis atas, ada warna merah muda, dan ada lenting atau gelembung berisi cairan. Luka ini mungkin untuk sembuh, dan perlu dibawa ke rumah sakit jika luasnya cukup besar saja. Luka bakar derajat 2B merusak seluruh lapisan dermis sehingga warnanya merah dengan bercak, lenting berisi cairan mungkin ada, dan daerah yang terdampak mengalami gangguan kemampuan meraba dan merasa. Luka derajat 2B ini sulit untuk sembuh.
  • Luka bakar derajat 3 akan merusak seluruh lapisan kulit, bahkan dapat mencapai otot hingga tulang. Karena saraf-saraf juga sudah rusak, biasanya pada luka bakar ini tidak ada atau hanya tersisa sedikit rasa nyeri. Akan terlihat warnanya sudah ada bercak putih dan tidak ada lenting atau gelembung berisi cairan. Luka bakar seperti ini sulit sembuh dan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Bagaimana cara merawat luka bakar?

Setelah mengenali derajat keparahan luka bakar, kita dapat merawat sendiri luka bakar di rumah, khususnya derajat 1 atau derajat 2 yang luasnya tidak terlalu besar. Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan untuk penanganan pertama luka bakar:

  • Korban harus dijauhkan dari penyebab luka, baik itu panas, listrik, atau zat kimia. Jika pakaian korban terbakar, lakukan stop, drop, dan roll.
  • Kita harus melepaskan pakaian dan perhiasan dekat daerah yang terkena luka bakar, kecuali yang menempel dan sulit lepas.
  • Luka bakar harus segera dialirkan air untuk menghentikan proses luka bakar.
  • Pasien perlu diberikan selimut kering dan bersih untuk mencegah hipotermia akibat lapisan kulit yang rusak, tetapi tidak boleh menggosok daerah yang terkena luka.
  • Obat nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat diberikan jika perlu.
  • Luka bakar dapat dibalut dengan plastic wrap untuk mencegah dehidrasi akibat lapisan kulit yang rusak.

Apa saja yang tidak boleh dilakukan ketika merawat luka bakar?

Ada banyak mitos seputar penanganan luka bakar yang beredar, tetapi masih dipercaya sehingga korban yang salah ditangani dapat memburuk keadaannya. Beberapa hal yang wajib dihindari saat memberikan penanganan awal luka bakar adalah:

  • Mendinginkan luka dengan es hanya akan memperparah luka dan perbedaan suhunya terlalu ekstrem. Irigasi dengan air mengalir sejuk lebih disarankan.
  • Menggunakan losion, pasta gigi, atau minyak pada luka dapat mengakibatkan infeksi dan membuat luka sulit dibersihkan.
  • Membalut dengan kapas atau tisu karena akan melekat ke luka.
  • Melepas pakaian dan perhiasan yang melekat ke kulit akan memperparah luka.
  • Memecahkan lenting dapat menimbulkan infeksi.

Kapan korban luka bakar perlu dibawa ke rumah sakit?

Saran-saran dan tata laksana penanganan di atas hanya berlaku untuk luka bakar ringan yang memang masih dapat dirawat sendiri di rumah. Namun, kita perlu membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan segera jika menemukan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Luka bakar derajat 2 melibatkan wajah, mata, kaki, tangan, dan daerah kelamin.
  • Luka bakar derajat 3
  • Luka bakar akibat trauma listrik dan kimiawi yang signifikan
  • Trauma inhalasi yang ditandai dengan luka bakar pada wajah atau leher, alis atau rambut hidung terbakar, dan suara serak.
  • Korban merupakan anak-anak atau memiliki faktor risiko lain.
  • Luka bakar derajat 2 ke atas yang lebih luas dari telapak tangan.

Sekarang sudah paham bukan apa yang harus dilakukan untuk menangani luka bakar, bukan? Semoga informasi ini dapat bermanfaat, sehat selalu!

Referensi

  1. WHO. Burns [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 1 November 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/burns
  2. NHS UK. Burns and scalds [Internet]. National Health Service UK. 2018 [cited 1 November 2020]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/burns-and-scalds/
  3. UCI Health. Burn care do’s and don’ts [Internet]. UCI Health. 2018 [cited 1 November 2020]. Available from: https://www.ucihealth.org/blog/2018/05/treating-burns
  4. Agustino C. Luka dan perdarahan. Lecture presented at; 2020; Zoom Pendidikan dan Pelatihan Dasar TBM FKUI.