Menu
  • Layanan Kami
  • Donasi Bencana
  • EFAST
  • Galeri
  • Tentang
  • Edukasi

Luka dan Perdarahan

1 Oktober 2021
2 menit

Pernahkah kalian pada saat sedang melakukan kegiatan biasa sehari-hari, tiba-tiba kalian jatuh atau menabrak sesuatu sehingga muncul daerah kebiruan di sekitar daerah yang terbentur atau bahkan sampai berdarah. Bete banget gak, sih? Kalau sudah begitu, kalian artinya mendapatkan luka, atau bahkan perdarahan. Nah, kira-kira, apa itu luka dan perdarahan serta bagaimana cara menanggulanginya?

Pengertian

Luka memiliki pengertian sebagai efek yang menyebabkan kerusakan pada tubuh. Kerusakan ini disebabkan akibat dari banyak faktor, mulai dari kecelakaan, jatuh, kecelakaan akibat alat, dan lain sebagainya. Sedangkan, luka yang menyebabkan darah keluar dari pembuluh darah akibat dari kerusakan pada pembuluh darah dinamakan sebagai perdarahan.

Tanda-tanda mendapatkan luka

Ada beberapa tanda yang menandakan kamu mendapatkan luka. Tanda-tanda itu bisa berupa:

  1. Terdapat memar di sekitar area luka,
  2. Kehilangan darah dari tempat area luka atau dari bukaan tubuh (mulut, telinga, hidung, dubur, dan kemaluan),
  3. Tanda-tanda syok (pucat, kulit lembab, pusing, susah bernafas, dan mengalami kelemahan pada anggota tubuh).

Kalau sudah seperti itu, kita harus tatalaksana awal untuk mengurangi efek sebelum dikirimkan ke rumah sakit!

Lakukan ASIK BEBAL (3A, Survei Korban, Kontrol Perdarahan, Bersihkan Luka, Balut)

3A

  1. Amankan diri dengan memakai APD (Alat Pelindung Diri) dan sarung tangan,
  2. Amankan lokasi dari hal-hal yang membahayakan korban dan diri sendiri seperti kerumunan orang,
  3. Amankan korban dari hal-hal yang membahayakan kondisi korban dengan memberikan kondisi yang aman dan nyaman.

Survei Korban

Lakukan pemeriksaan kepada korban secara singkat dengan pemeriksaan A-B-C-D-E, yaitu Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure.

  1. Airway (Jalan udara) - periksa jalan napas korban untuk memastikan tidak ada yang menghambat,
  2. Breathing (Napas) - periksa pernapasan korban, apakah ada atau tidak,
  3. Circulation (Sirkulasi darah) - sirkulasi darah korban dipastikan ada atau tidak dengan mendengar dan merasakan detak jantung korban,
  4. Disability (Kesadaran) - kesadaran korban harus diperiksa dengan memanggil atau pemberian sentuhan kepada korban,
  5. Exposure (Paparan dari bahaya) - tutupi korban dengan benda yang aman dari paparan lingkungan yang berpotensi membahayakan korban.

Mengontrol perdarahan

Setelah mengecek keadaan korban, segera lakukan kontrol perdarahan agar mengurangi dan menghentikan perdarahan itu sendiri.

Kontrol perdarahan memiliki alur sebagai berikut

Penekanan langsung luka → Penekanan titik nadi → penggunaan tourniquet

  1. Penekanan luka secara langsung - luka ditekan terlebih dahulu menggunakan kain atau tangan apabila tidak ada kain yang tersedia dan mengelevasi bagian tubuh yang memiliki pendarahan diatas jantung.
  2. Penekanan titik nadi - penekanan titik nadi yang lebih dekat pada jantung dan tutup luka menggunakan perban,
  3. Penggunaan tourniquet - penggunaan tourniquet diperlukan apabila luka sudah sangat masif dan sulit untuk diberhentikan, sedangkan bantuan baru bisa diberikan dalam jangka waktu yang lama.

Bersihkan luka

Membersihkan luka adalah hal yang penting. Karena dengan bersihnya lokasi luka, maka tubuh akan terhindar dari infeksi serta masuknya benda asing ke dalam tubuh lewat lokasi luka.

Hal yang perlu disiapkan:

  1. Kain kassa bersih
  2. Air mengalir/larutan NaCl 0,9 %
  3. Povidone Iodine
  4. Sarung tangan steril (handscoon)

Tata cara membersihkan luka:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan gunakan sarung tangan/handscoon
  2. Aliri daerah luka dengan air atau lauran NaCl 0,9%. Hal ini bertujuan untuk mencuci kotoran dan darah yang masih menempel di luka,
  3. Tuang desinfektan berupa Povidone Iodine pada kain kassa steril.

Setelah membersihkan luka, luka korban harus dibalut untuk melindungi daerah luka dari paparan lingkungan atau eksternal.

Balut

Hal yang perlu dilakukan setelah membersihkan darah luka ada membalut daerah luka. Tujuannya adalah untuk menutup, mencegah perdarahan yang lebih, dan terjadinya infeksi dari luka yang terbuka.

Prinsip membalut adalah dengan menutupi daerah luka secara menyeluruh, mengikat kuat balutan agar tidak mudah lepas, dan nyaman untuk dipakai oleh korban; tidak kencang dan menghambat peredaran darah.

Referensi

  1. DDS Staff. Bleeding and wounds. Connecticut: Department of Development Services; Mar 2008
  2. American College of Surgeons. Advanced Trauma Life Support. 10th ed. Chicago: American College of Surgeons; 2018.