Menu
  • Layanan Kami
  • Donasi Bencana
  • EFAST
  • Galeri
  • Tentang
  • Edukasi

Patah Hati atau Patah Tulang?

16 Mei 2021
2 menit

Ada yang patah tapi gak bisa diobatin

Ada yang patah tapi bisa masih bisa diperbaiki

Dalam KBBI, Fraktur berati keretakan atau keadaan patah tualang dan sebagainya. Sedangkan berdasarkan Black dan Hawks, fraktur adalah gangguan kontinuitas dari formasi tulang yang normal.

Utamanya, fraktur terjadi karena adanya gaya yang melebihi dari kapasitas yang dapat ditangani oleh tulang. Gaya yang berlaku dapat berbentuk kompresi, tensi, torsi dan pembengkokan.

Gaya juga dapat bersifat langsung, di mana gaya terkena pada tulang dan fraktur terjadi pada lokasi tersebut; bersifat tidak langsung, di mana gaya terkena pada tulang namun fraktur terjadi pada lokasi berdekatan lainnya; bersifat repetisi, di mana gaya berulang pada tulang tersebut sehingga terjadi fraktur.

Fraktur terbagi menjadi fraktur terbuka dan fraktur tertutup. Fraktur terbuka adalah patah tulang yang terekspos tulang atau jaringan di bawah kulit. Fraktur tertutup adalah patah tulang tanpa tereksposnya jaringan atau luka di bawah kulit.

Gejala yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang mungkin mengalami patah tulang adalah nyeri, deformitas, bengkak, lebam, dan gerakan dan jalan yang terbatas.

Apa hal pertama yang harus saya perhatikan ?

LFM Look – Feel – Move.

Look : Lihat; carilah deformitas atau luka disekitar fraktur terduga.

Feel : Rasa; raba secara perlahan bengkak atau perubahan tekstur sekitar  fraktur.

Move : Gerakan; cek Range of Motion bagian distal dan proksimal fraktur.

Manajemen trauma pada pasien fraktur

  1. Primary Survei : Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure
  2. Secondary Survei : Allergy, Medications, Past medical history, Last meal, Events aound injury
  3. Prinsip Penanganan Fraktur “4R’
  • Recognition : Recognition adalah proses anamnesis atau diagnosis adanya atau keadaan dari fraktur itu sendiri
  • Reduction : Reduction adalah proses mengurangi derajat cedera atau mengembalikan tulang pada posisi semula
  • Retaining : Retaining merupakan proses imobilisasi yang dilakukan untuk fiksasi dan mempertahankan struktur tulang pada saat pasien ditemukan dalam kondisi genting ataupun dalam proses penyembuhan hingga tulang tersambung kembali

Prinsip

  • Protect
  • Immobilization
  • Check

Berbagai jenis retention dapat digunakan, contohnya seperti bidai, balutan, slab, dan gips. Tahapan pembidaian dapat diikut sebagai berikut

Splinting atau bidai

Indikasi : Terduga atau adanya fraktur

Kriteria yang bisa digunakan bidai merupakan barang yang kaku, mudah ditemukan, dapat diikat kepada satu sama lain dan yang paling penting tidak merugikan pasien fraktur.

Tahapan:

  1. Bidai yang digunakan harus sesuai kriteria
  2. Amankan dua area sekaligus. Bila fraktur pada tulang, maka bidailah melewati dua sendi. Contoh tulang radius mengalami fraktur, maka yang bidai harus ikut mengfiksasi sendi pergelangan tangan dan sendi siku.
  3. Imobilisasi dengan nyaman. Tambahkan padding bila diperllukan
  4. Periksa PMS (Pulse, motor, sensasi). Pulsasi dapat diperiksa dengan meraba arteri distal terdekat, motor dapat diperiksa dengan meninta pasien untuk menggerakan area yang dibidai, sensasi dapat diperiksa dengan palpasi dan menanyakannya pada pasien.
  5. Lakukan bidai sesuai dengan posisi anatomi
  • Rehabilitation: Rehabilitation adalah proses mendapatkan kembali fungsi tulang tersebut secara sempurna

Pengobatan Definitif : Pengobatan definitif merupakan perawatan dan manajemen berkelanjutan.

Referensi

  1. Black J, Hawks J. Manajemen klinis untuk hasil yang diharapkan. Singapore: Elsevier; date unknown. Available from: ISBN: 9789812729781
  2. Nugroho MD. Penatalaksanaan neglected close fracture 1/3 proximal tibia dextra pada seorang wanita berusia 47 tahun. Lampung: Universitas Lampung; date unknown. Available from: http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/download/796/pdf
  3. Akbar T. Basic orthopaedic knowledge for first responder [unpublished lecture notes]. Pendidikan dasar collection. Depok: Universitas Indonesia; 2020 Aug 1.
  4. Nursing 411. Nursing care related to the musculoskeletal system. Place unknown: The Brookside Associate Medical Education; date unknown; 2008. Available from: https://brooksidepress.org/nursing411.org/Courses/MD0916_Nursing_Care_Related_to_the_Musculoskeletal_system/147_Nursing_Care_related_to_the_musculoskeletal_system.html