Menu
  • Layanan Kami
  • Donasi Bencana
  • EFAST
  • Galeri
  • Tentang
  • Edukasi

Snake Bites

1 Oktober 2021
3 menit

Lagi naik ke bukit, turun ke lembah
Pas melewati semak-semak, kok ada yang gerak-gerak?
Aaa! Ada ular yang menerkam temanku
Aduh, harus ngapain ya?

Ular adalah binatang melata yang umumnya hidup di hutan, rawa, padang rumput, gurun, air tawar, dan air asin. Terdapat dua jenis ular, yaitu ular yang berbisa dan ular yang tidak berbisa. Selain ular, gigitan ular juga memiliki dua jenis, yaitu gigitan basah dan gigitan kering. Gigitan basah disebabkan oleh gigitan ular berbisa dan gigitan kering disebabkan oleh ular tidak berbisa.

Apa tanda dan gejala yang dapat muncul ketika digigit ular?

Seperti penyakit pada umumnya, ada tanda dan gejala yang muncul ketika kita digigit ular. Tanda yang muncul adalah gigitan ular dan gejala yang muncul adalah kemerahan pada kulit, rasa panas dan sakit pada kulit, bengkak pada kulit, kehilangan fungsi dari kulit, dan kecemasan. Pada gigitan ular berbisa, terdapat gejala tambahan, yaitu nyeri gigitan masih ringan atau mual, muntah, mengantuk, nyeri pada perut, dan lemas jika gigitan sudah parah.

Gigitan ular harus selalu dianggap sebagai keadaan darurat medis, kecuali kita sudah benar-benar yakin bahwa ular yang menggigit kita tidak berbisa. Lantas, pembahasan pertama kita adalah bagaimana cara membedakan ular yang berbisa dan tidak berbisa?

Cara membedakan ular berbisa dan ular tidak berbisa

Pembeda pertama adalah bentuk fisik. Ular berbisa memiliki bentuk kepala segitiga, dua taring yang besar, lubang di antara mata dan hidung, mata sipit, lapisan keputihan di bagian mulut, dan cincin merah, kuning, dan hitam di sepanjang tubuhnya. Sementara itu, ular tidak berbisa memiliki bentuk kepala lonjong, gigi yang kecil, dan tidak memiliki karakteristik dari ular berbisa yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Gambar 1. Pit Vipers vs. Non-Venomous Snakes.5

Pembeda kedua adalah penampakan gigitan ular. Ular berbisa memiliki penampakan gigitan berupa dua gigitan utama yang disebabkan oleh dua taring besar dari ular berbisa. Di sisi lain, ular tidak berbisa memiliki penampakan gigitan berupa lekukan bekas gigitan yang memiliki luka halus di sepanjangnya.

Gambar 2. Example of snakebites.5

Apabila masih tidak yakin tentang jenis ular yang menggigit, fotolah ular yang menggigit jika memungkinkan. Hal ini diperlukan agar nantinya tenaga kesehatan yang menolong bisa mengetahui jenis ular yang menggigit.

Apa yang perlu dilakukan ketika menolong seseorang yang digigit ular?

  1. Tenangkan korban.
  2. Bersihkan area gigitan dengan air mengalir yang bersih dan sabun.
  3. Periksa Capillary Refil Time (CRT) korban. Cara termudah untuk memeriksa CRT adalah dengan menekan kuku ibu jari dan lihat berapa lama waktu yang dibutuhkan warna kuku ibu jari untuk berubah dari keputihan saat ditekan, sampai kembali kemerahan.
  4. Balutlah anggota tubuh yang digigit ular dari arah yang jauh dari tubuh (distal) ke arah yang dekat dengan tubuh (proksimal).
  5. Kembali periksa CRT korban. Apabila CRT meningkat, maka ulang balutan yang sudah dibuat. Meningkatnya CRT bisa terjadi akibat kesalahan saat membalut, misalnya balutan terlalu kencang. Apabila CRT aman, maka kita bisa lanjut ke langkah berikutnya
  6. Posisikan bagian tubuh yang digigit lebih rendah dari jantung korban.
  7. Rujuk korban untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut dengan cara menghubungi nomor Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), yaitu 119.

Catatan tambahan yang perlu kita ingat ketika membantu korban gigitan ular adalah jangan mendinginkan area gigitan dan menyedot area gigitan ya!

Referensi

  1. Forest Service USDA. Snakes [Internet]. USA: U.S. Department of Agriculture; date unknown [cited 2021 Aug 30]. Available from: https://www.fs.usda.gov/visit/know-before-you-go/snakes
  2. Cleveland Clinic. Snake Bites [Internet]. Cleveland: Cleveland Clinic; date unknown [updated 2020 Feb 6; cited 2021 Aug 30]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15647-snake-bites
  3. World Health Organization Regional Office for South-East Asia (WHO SEARO). Guidelines for the management of snakebites. 2nd edition. India: WHO SEARO; 2016.
  4. Piven J, Borgenicht. The worst-case scenario survival handbook. San Francisco: Chronicle Books; 1999.
  5. Rahadyan AI. Mountaineering [unpublished lecture notes]. Dikdas 3: Pendidikan Dasar, Jakarta: Tim Bantuan Medis TBM BEM IKM FKUI; lecture given 2021 Mar 27.