Menu
  • Layanan Kami
  • Donasi Bencana
  • EFAST
  • Galeri
  • Tentang
  • Edukasi

Sprain dan Strain

17 Mei 2021
2 menit

Pernahkah kamu merasa nyeri saat berolahraga sehingga terpaksa berhenti? Yang kamu rasakan dapat terjadi karena sprain dan strain loh! Pertama-tama, yuk kenali dulu tentang sprain dan strain!

Sprain

Sprain merupakan peregangan atau robekan dari ligament. Ligament merupakan suatu jaringan pengikat antara tulang dengan tulang yang lain di sekitar area sendi. Sprain disebabkan oleh trauma, penyebab paling sering dari sprain adalah:

  • Terjatuh dengan posisi kaki yang miring
  • Telapak kaki bagian pangkal (ankle) terputar secara terpaksa akibat tekanan
  • Terjatuh dengan bertumpu pada lengan

Sprain diklasifikasikan dengan derajat – derajatnya berdasarkan keparahannya. Tingkat 1 sprain (ringan, adanya peregangan pada ligament), tingkat 2 (moderat, adanya perobekan pada sebagian jaringan ligament), dan tingkat 3 (berat, adanya robekan jaringan ligament secara penuh).

Gejala – gejala yang muncul dari sprain antara lain adalah:

  • Nyeri yang intens (terus menerus)
  • Pembengkakan dan memar secara cepat
  • Kesulitan dalam mobilitas sendi

Strain

Strain merupakan penarikan, peregangan, ataupun robekan yang terjadi pada otot atau tendon. Tendon adalah suatu jaringan ikat antara otot ke tulang, sedangkan otot adalah jaringan yang berfungsi untuk menggerakan alat gerak tubuh kita. Strain dapat terjadi dengan tiba – tiba namun dapat juga terjadi secara progresif dari hitungan hari hingga minggu. Strain yang terjadi dengan tiba – tiba (akut) dapat diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain:

  • Tekanan eksternal yang menyebabkan cedera
  • Terlalu menekan otot dengan gerakan tertentu
  • Pengangkatan beban berat dengan tumpuan/posisi yang tidak sesuai

Sedangkan, strain yang terjadi secara progresif (kronis) biasanya diakibatkan karena pergerakan otot dan tendon yang berulang – ulang sehingga otot dan tendon tidak mendapatkan istirahat secara cukup.

Gejala – gejala dari strain adalah:

  • Nyeri otot pada bagian yang ditekan
  • Hilangnya kekuatan otot
  • Nyeri terlokasir dan tajam
  • Kesulitan bergerak
  • Pembengkakan

Area tubuh yang paling sering terjadinya strain adalah pada punggung, otot sekitar siku, dan otot paha bagian belakang (otot – otot hamstring).

Tatalaksana Sprain dan Strain

Lalu, apa yang harus dilakukan saat kamu atau orang lain mengalami gejala sprain dan strain? Heits, tidak perlu panik, Tangani dengan metode PRICE!

  • P (Protection/Proteksi)

Jaga daerah yang cedera dari kemungkinan terkena cedera lainnya seperti tersandung atau terinjak

  • R (Rest/Istirahat)

Istirahatkan bagian yang cedera, posisikan tubuh dengan posisi yang nyaman seperti berbaring atau bersandar. Longgarkan pakaian pada area yang cedera, seperti melepaskan sepatu dan kaus kaki dari pergelangan kaki.

  • I (Ice/Pendinginan)

Berikan kompres pada area yang terkilir dengan icepak selama 10-15 menit setiap jam pada 48-72 jam pertama setelah kejadian cedera. Pendinginan bertujuan untuk mengurangi gejala – gejala seperti nyeri, pembengkakan, dan peradangan pada area yang cedera. Jangan langsung mengaplikasikan icepack pada kulit! Gunakan kain untuk membungkus icepack tersebut sebelum mengompres.

  • C (Compression/Kompres)

Balut area yang cedera dengan elastic bandage untuk mencegah terjadinya pembengkakan yang lebih parah dan juga untuk menahan sendi agar tidak bergerak. Saat melakukan pembalutan, lakukan dari bagian distal dan jangan membalut terlalu kencang karena beresiko untuk mengganggu sirkulasi darah. Bila terasa mati rasa, nyeri, atau pembengkakan yang tidak mereda, longgarkan balutan.

  • E (Elevation/Meninggikan)

Apabila memungkinkan, tinggikan bagian tubuh yang cedera sehingga lebih tinggi dari jantung terutama pada malam hari. Hal ini dilakukan agar darah tidak menumpuk pada bagian yang terkilir sehingga pembengkakan pun berkurang.

Ke pasar beli biji ketumbar

Bayar 50 ribu dapat uang kembali,

Lakukan tatalaksana PRICE dengan benar

Kembali beraktivitas seperti biasa lagi!