Menu
  • Layanan Kami
  • Donasi Bencana
  • EFAST
  • Galeri
  • Tentang
  • Edukasi

Syok Anafilaktik: Apa yang Bisa Kamu Lakukan?

15 Mei 2021
3 menit

Syok adalah sebuah manifestasi dari terhambatnya sirkulasi. Salah satu jenis syok yaitu syok anafilaktik adalah sebuah reaksi hipersensitivitas atau alergi, yang mengakibatkan gagalnya sistem kardiovaskular dan juga gangguan pernapasan.

Apa yang dapat menyebabkan syok anafilaktik?

Penyebab umum syok anafilaktik adalah alergi yang dapat oleh berbagai macam agen seperti obat-obatan, makanan, sengatan serangga, dan lateks.

Apakah gejala yang menandakan seseorang mengalami syok anafilaktik?

Tanda-tanda syok anafilaktik dapat berupa:

  • Sulit bernafas
  • Nafas bersuara mengi
  • Lidah bengkak
  • Tenggorokan sesak
  • Sulit berbicara dan/atau suara serak
  • Batuk terus-menerus
  • Rasa pusing terus-menerus
  • Pingsan
  • Pucat
  • Terkulai (pada anak kecil)
  • Sakit perut
  • Muntah

Apa yang harus dilakukan jika menemukan korban syok anafilaktik

Syok anafilaktik merupakan kondisi berbahaya yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Tatalaksana penanganan awal syok anafilaktik sebagai berikut.

  1. 3A (Amankan diri, Amankan korban, Amankan lingkungan)
  2. Segera setelah diagnosis klinis anafilaksis dibuat, hentikan dan jauhkan pemaparan terhadap pemicu atau alergen penyebab syok.
  3. Periksa ABCDE
  • A: Airway with cervical spine precautions /or protection

Lakukan chin lift atau jaw thrust jika ada sumbatan jalan napas. Jaw thrust lebih baik untuk dilakukan jika adanya cedera tulang servikal. Chin lift dilakukan dengan meletakkan ibu jari di bawah dagu dan angkat ke depan. Jaw thrust dilakukan dengan meletakkan jari-jari di belakang sudut rahang bawah dan mendorong ke arah atas-depan.

  • B: Breathing and Ventilation

Periksa pernapasan korban dan Look, Feel, Listen. Look berarti melihat pergerakan dada, Feel berarti merasakan hembusan napas dengan mendekatkan pipi ke wajah korban, dan Listen berarti mendengarkan suara napas

  • C: Circulation

Cara paling mudah untuk memeriksa sirkulasi adalah untuk meraba ada atau tidaknya nadi di bagian karotis (leher) atau radial (pergelangan tangan) pasien.

  • D: Disability

Periksa kesadaran dengan AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive). Alert berarti pasien sadar, Voice berarti pasien memberikan reaksi pada pemicu suara, Pain berarti pasien memberikan reaksi pada pemicu berupa rasa sakit, Unresponsive berarti pasien tidak sadar.

  • E: Exposure and Environmental Control

Periksa seluruh tubuh pasien untuk adanya ada luka tidak terlihat, ruam, gigitan atau lesi lainnya.

4. Aktifkan SPGDT dengan menghubungi nomor 119/118 dan tunggu bantuan datang

5. Suntikkan epinefrin ke paha korban bagian tengah-luar, jika tersedia

Epinefrin diberikan dengan tujuan mengembalikkan tekanan darah pasien dan mencegah terjadinya gagal jantung. Jika epinephrine tidak tersedia, coba tanyakan kepada keluarga pasien, karena pasien dengan alergi umumnya sudah membawa epinephrine milik pribadi.

6. Posisikan pasien

Letakkan pasien terlentang dengan mengangkat ekstremitas bawah seperti gambar berikut. Posisi ini bertujuan untuk menjaga peredaran darah pasien untuk tetap berjalan. Jangan biarkan pasien berdiri atau berjalan sampai kondisi pasien stabil.

Nursing Interventions - HYPOVOLEMIC SHOCK

7. Nilai kembali kondisi korban secara berkala dan teratur dengan memantau tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan korban.

Setelah melakukan langkah-langkah tatalaksana awal, segera rujuk ke fasilitas kesehatan untuk tatalaksana lanjutan.

Setelah memelajari artikel ini, siapkah kamu jika menemukan pasien syok anafilaktik? Pelajari lebih lanjut dan carilah kesempatan berlatih!

Referensi

  1. Koya HH, Paul M. Shock. Florida: StatPearls Publishing; 2020 Jan [updated 2020 Apr 28]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK531492/
  2. ASCIA. ASCIA Guidelines - Acute management of anaphylaxis. New South Wales: ASCIA; 2020. Available from: https://www.allergy.org.au/hp/papers/acute-management-of-anaphylaxis-guidelines
  3. Planas JH, Waseem M, Sigmon DF. Trauma primary survey. Florida: StatPearls Publishing; 2020 Jan- [Updated 2020 Jul 10]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430800/
  4. Halliwell D, Jones P, Ryan L, Clark R. The revision of the primary survey: A 2011 review. Journal of Paramedic Practice. 2011 Jul 1;3(7):366-74. Available from: https://www.paramedicpractice.com/features/article/the-revision-of-the-primary-survey-a-2011-review
  5. Mali S, Jambure R. Anaphyllaxis management: Current concepts. Anesth Essays Res. 2012 Jul-Dec;6(2):115-23. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4173449/
  6. WHO. The ABCDE and SAMPLE history approach. Location unknown: WHO; date unknown. Available from: https://www.who.int/emergencycare/publications/BEC_ABCDE_Approach_2018a.pdf
  7. Gambar diambil dari  https://sites.google.com/site/sanfordcollegeshock/nursing-interventions